PMB Yakin Lampaui “Parliamentary Threshold”

Jakarta (ANTARA News) – Partai Matahari Bangsa (PMB) yakin perolehan suara partainya secara nasional pada Pemilu 2009 akan melampaui ketentuan parliamentary threshold (batas minimal perolehan suara legislatif) sebesar 2,5 persen.

“Dengan kerja keras selama ini, kami berkeyakinan kalau hanya memenuhi perolehan suara minimal 2,5 persen dari total suara sah pemilu secara nasional, itu bukanlah sesuatu yang sulit,” kata Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat PMB Ahmad Rofiq di Jakarta, Jumat.

Pernyataan Ahmad dilontarkan menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu, khususnya yang terkait ketentuan parliamentary threshold.

Dalam putusannya, MK menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh calon anggota legislatif dari 11 partai politik (parpol).

Menurut MK, pasal 202 ayat (1) UU Pemilu tentang ketentuan parliamentary threshold yang dipermasalahkan pemohon, tidak bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3), Pasal 2 ayat (1), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1) dan ayat (3), dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945.

Ahmad Rofiq mengatakan, putusan MK soal ketentuan parliamentary threshold tersebut tidak membuat PMB berkecil hati, namun justru akan memicu seluruh kader dan caleg PMB untuk bekerja lebih keras untuk memperoleh suara sebanyak-banyaknya.

“Kami tetap yakin karena semua kader bergerak dan hadir secara langsung ke masyarakat. PMB siap bertanding dengan partai lainnya. Tidak hanya partai baru tapi dengan partai lama pun kami siap bersaing,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai putusan MK yang menolak uji materi 11 parpol soal parliamentary threshold sebagai langkah tepat untuk menyehatkan politik nasional dan menyederhanakan sistem kepartaian masa depan.

Menurut dia, penyederhanaan itu hanya dimungkinkan selama ketentuan electoral threshold (batas minimal perolehan suara partai untuk bisa ikut pemilu selanjutnya) maupun parliamentary threshold (batas minimal perolehan suara partai untuk bisa memperoleh kursi DPR RI) dilaksanakan secara konsisten.

Ia juga berpendapat bahwa parliamentary threshold tidak menghambat eksistensi partai karena hanya membatasi partai-partai yang berhak ada di DPR RI, sementara untuk DPRD masih diperkenankan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia sudah menjadi kebutuhan riil di masyarakat.

“Ketentuan ini sudah menjadi bagian perundang-undangan yang berlaku dan mengikat,” ujar Anas. (*)

Launching SMS Centre PMB JATIM

Assallammualaikum Warrahmatulahhi Wabbaraktuh,

Pimpinan Wilayah Partai Matahari Bangsa Jawa Timur ( PW PMB JATIM ) Insya Allah akan melaunching SMS Centre PMB JATIM dalam waktu dekat ini. Bilamana tidak ada halangan dan gangguan Launching akan dilaksanakan pada Hari Rabu 18 February 2009 di Kantor PW PMB JATIM di Jalan Bentul IV/4 Surabaya,demikian kata Mufti Mubarok selaku Ketua Umum PW PMB JATIM saat dikonfirmasi.

Dengan harapan bahwasanya SMS CENTRE ini mampu memberikan informasi yang diperlukan setiap waktu bagi Kader atau Masyarakat Umum untuk mendapatkan informasi seputar PMB dengan cepat,akurat dan tepat serta tentunya up to date.

Perihal bagaimana cara mengakses SMS CENTRE PMB JATIM akan dijelaskan lebih lanjut pada saat Launching yang Insya Allah akan dilaksanakan hari Rabu 18 February 2009 di PW PMB JATIM.

Selain Launching SMS CENTRE dalam waktu dekat ini,PW PMB JATIM juga memiliki rencana Launching yang lain,namun itu semua tentunya ada di http://www.pmbjatim.wordpress.com untuk mendapatkan kabarnya dan kita nantikan kabar selanjutnya di Situs PMB JATIM Perihal Launching yang lain.

Wassallammualaikum Warrahmatulahi Wabbarakatuh.

Salam Matahari,

PW PMB JATIM

Djoko Edi Gabung ke Partai Matahari Bangsa

Senin, 11/12/2006 12:17 WIB
Djoko Edi Gabung ke Partai Matahari Bangsa

Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Dipecat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Djoko Edi Abdurrahman tak kehilangan gairah berpolitik. Dia memutuskan masuk Partai Matahari Bangsa, yang sama-sama dilahirkan oleh generasi Muhammadiyah.

Meski struktur organisasi belum terbentuk, Djoko Edi dipastikan menjadi salah satu pengurus partai berlambang matahari merah itu.

“Partai ini lahir dari ideologi Muhammadiyah yang tidak terserap oleh PAN,” katanya sebelum acara soft launching PMB di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/12/2006).

Meski menampung aspirasi warga Muhammadiyah yang tidak terserap PAN, Djoko Edi menolak jika partai ini disebut sebagai partai penampung orang-orang yang kecewa terhadap PAN.

“PAN selama ini tidak menjanjikan ideologi apa-apa termasuk dari Muhammadiyah. PMB datang dengan ideologi dan falsafah yang sudah fixed kepada kader Muhammadiyah,” ujarnya.

“Kami tidak menolak jika ada anggota PAN yang bergabung, tapi bukan mereka yang kecewa. Kami tidak mau partai ini diisi orang-orang kecewa,” tambahnya.

Djoko dipecat dari PAN terkait kasus studi banding ke Mesir. Di negeri Cleopatra itu Djoko mengaku melakukan studi tentang perjudian. (ken/nrl)