PMB Rekrut Ratusan Relawan di Madura

Pamekasan (ANTARA News) – Partai Matahari Bangsa (PMB) kini nulai merekrut ratusan relawan di empat kabupaten di Madura sebagai upaya untuk memperkuat dukungan perolehan suara suara partai tersebut pada Pemilu 9 April yang akan datang.

“Masing-masing kabupaten kami merekrut minimal 100 orang relawan,” kata Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Partai Matahari Bangsa (PMB), Syafrudin Budiman, S.IP, saat melakukan konsolidasi dengan sejumlah pengurus dan aktivis Muhammadiyah, di Pamekasan Senin pagi.

Mereka itu, lanjut Safrudin yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumenep periode 2005-2007 tersebut, akan bergerak melakukan penggalangan masa di Madura dengan sistem door to door.

“Jadi tugas para relawan ini nanti akan memperkenalkan visi dan misi PMB untuk kemudian memilihnya,” kata caleg untuk daerah pemilihan (Dapil) VIII Jawa Timur itu.

Menurut Safrudin BUdiman, khusus di empat kabupaten di Madura, PMB hanya menarget peroleh 12 kursi Calon Legislatif, masing-masing kabupaten sebanyak 3 kursi. Sedang untuk tingkat Provinsi dan Pusat masing-masing 1 kursi.

“Untuk Caleg PMB Provinsi dan Pusat, kami memiliki dua Caleg unggulan, yakni, dr.Syaiful Hidayat dan Hj.R.Ayu Endang,” katanya.

dr.Syaiful Hidayat Caleg yang diberangkatkan PMB di tingkat pusat dan Hj.R.Ayu Endang untuk tingkat Provinsi yang daerah pemilihannya memang berada di Madura, meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

Selain kedua Caleg tersebut memang merupakan aktivis PMB, kemampuannya intelektualnya juga bisa dipertanggungjawabkan. dr. Syaiful Hidayat merupakan pengurus Pimpinan Pusat PMB bidang kesehatan masyarakat, sedangkan Hj.R.Ayu Endang S. Ketua Perempuan Matahari Bangsa PW PMB, Jawa Timur.

“Syaiful Hidayat merupakan keponakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Jadi sebenarnya dia sudah dikenal oleh masyarakat Madura dan punya komitmen untuk memajukan Madura. Tentu saja tidak perlu diragukan karena dia memang orang Madura asli,” terang Safrudin. (*)

Partai Matahari Merah Diluncurkan

Senin, 11/12/2006 11:58 WIB
Partai Matahari Merah Diluncurkan

Ari Saputra – detikNews
Jakarta – Partai Matahari Bangsa (PMB) yang memiliki logo matahari merah diluncurkan, Senin (11/12/2006) di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Acara ini dihadiri 100-an partisipan yang kebanyakan dari kader muda Muhammadiyah.

Ketua PMB Imam Ad-Daruqutni mengatakan, partai berlambang matahari merah ini sudah menyebar di 29 provinsi di Indonesia dan telah memiliki 15 DPD di Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

“Kami akan terus memperkuat basis dukungan,” kata Imam dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Imam Ad-Daraqutni adalah mantan kader Partai Amanat Nasional. Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini tidak terpilih menjadi anggota DPR dalam Pemilu 2004 lalu.

Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung menghadiri soft launching partai tersebut. “Saya hanya kenal baik dengan ketuanya waktu di DPR, jadi saya mau hadir,” alasan Akbar.

Selain Akbar, hadir juga Mantan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Soerjadi dan mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) Djoko Edi Abdurrahman. (ken/nrl)

PROGRESIF,MUDA DAN BERSIH

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memberi kepanjangan baru bagi PMB (Partai Matahari Bangsa). Menurutnya, PMB singkatan dari Progresif, Muda, dan Bersih.

Hal ini diungkapkan Din, dalam tausiyah pada Rapimnas PMB di Hotel Sahid Jakarta, Jumat (25/7). Menurutnya, arti kepanjangan huruf P yang disebutnya progresif, berarti, partai bernomor urut 18 ini harus bergerak dari paradigma pemikiran sebagaimana yang digariskan oleh Muhammadiyah.

“Yaitu Islam yang berkemajuan. Islam yang mencerahkan kebudayaan Indonesia. Politik sebagai sarana dakwah, ibadah kepada Allah. Kekuasaan akan diperoleh sebagai konsekuensi. Jihad demi kemajuan negara dan Islam,” papar Din menjelaskan.

Sementara singkatan huruf M yang merupakan kepanjangan muda, karena dari ketua hingga anggotanya terdiri dari anak-anak muda Muhammadiyah.

“Anak muda merupakan investasi di masa yang akan datang. Perhatikan kepentingan mereka. Tapi jangan membatasi diri kepada warga Muhammadiyah saja,” Din mengingatkan.

Sementara B yang menurutnya kepanjangan dari bersih, diartikannya bahwa PMB harus bersih dari segala pelanggaran. “Partai ini harus dapat menjadi penghilang noda di tubuh bangsa ini. Semua harus berawal dari diri sendiri,” jelas Din. [R2]